Minggu, 10 Oktober 2010

Analisis Pengaruh Elemen 7P Terhadap Kepuasan Konsumen pada Blitzmegaplex (Studi Kasus: Mall of Indonesia) Bib

Pada masa krisis seperti saat ini, suatu perusahaan jasa harus mampu memberikan kualitas pelayanan yang tidak hanya memuaskan, namun juga berbeda dari para pesaingnya sehingga perusahaan tersebut memiliki nilai lebih dibandingkan perusahaan lain. Salah satu caranya adalah perusahaan harus mampu untuk menjalankan strategi 7P (product, price, place, promotion, process, people, physical evidence) yang tepat.
Bagi perusahaan jasa kepuasan konsumen sangatlah penting. Karena dengan demikian perusahaan akan mampu mempertahankan konsumen sekaligus meraih konsumen baru. Demikian pula dengan Blitzmegaplex. Sebagai penyedia jasa, Blitzmegaplex tentunya harus berusaha memberikan yang terbaik bagi kepuasan konsumennya. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa strategi 7P yang dijalankan oleh Blitzmegaplex mempengaruhi kepuasan para konsumennya. Hal ini terlihat dari tiga elemen yang sangat signifikan pengaruhnya, yaitu place physical evidence dan people. Ketiga elemen ini bisa dikatakan sebagai nilai lebih Blitzmegaplex dari pesaingnya, karena dari elemen inilah ada unsur yang ada di Blitzmegaplex namun tidak ada di tempat lain, sehingga kepuasan konsumennya pun akan meningkat.

http://lib.atmajaya.ac.id/default.aspx?tabID=61&src=k&id=159303

Konsep Bauran Pemasaran [Marketing Mix] : Definisi dan Evolusi Faktor Bauran Pemasaran [ Marketing Mix]



Pengertian Bauran Pemasaran [Marketing Mix] :
“Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the market.”(Marketing Management,1997) yang kurang lebih memiliki arti bauran pemasaran adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran.
Menurut Kotler (1997:92), Marketing mix is the set of marketing tools that the firm uses to pursue its marketing objectives in the target market. yang kurang lebih memiliki arti bahwa bauran pemasaran adalah sejumlah alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk menyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju.
Menurut Stanton (1978) Bauran pemasaran (marketing mix) adalah kombinasi dari 4 variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu produk, harga, kegiafan promosi dan sistem distribusi.
Ada banyak alat pemasaran, McCarthy mempopulerkan pembagian kiat pemasaran ke dalam 4 (empat) faktor yang disebut the four Ps: product, price, place, and promotion” (cited in Kotler, 1992:92).

Keempat bauran pemasaran tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
1. Product (produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Produk dapat terdiri dari product variety, quality, design, feature, brand name, packaging, sizes, services, warranties, and returns.
2. Price (harga), yaitu sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk atau mengganti hal milik produk. Harga meliputi last price, discount, allowance, payment period, credit terms, and retail price.
3. Place (tempat), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport.
4. Promotion (promosi), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.
variabel promosi atau yang lazim disebut bauran komunikasi pemasaran (Koter, 1997:604):
a. Advertising, yaitu semua bentuk presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran.
b. Sales promotion, yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau pembelian produk dan jasa.
c. Public relations and publicity, yaitu berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individual yang dihasilkan.
d. Personal selling, yaitu interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan melakukan penjualan.
e. Direct marketing, yaitu melakukan komunikasi pemasaran secara langsung untuk mendapatkan respon dari pelanggan dan calon tertentu, yang dapat dilakukan dengan menggunakan surat, telepon, dan alat penghubung nonpersonal lain.

Evolusi Faktor Bauran Pemasaran [ Marketing Mix]
Bauran pemasaran yang terdiri dari product, price, place, dan promotion (4P) seiring perkembangan jaman dan tuntutan pasar yang senantiasa mengalami perkembangan telah mengalami evolusi dan terus berkembang searah dengan perkembangan perilaku konsumen dan kecerdasan para ahli pemasaran. Lovelock dan Wright (2002:13-15) mengembangkan bauran pemasaran (marketing mix) menjadi integrated service management dengan menggunakan pendekatan 8Ps, yaitu:

product elements, place, cyberspace, and time, promotion and education, price and other user outlays, process, productivity and quality, people, and physical evidence.

1. Product elements adalah semua komponen dari kinerja layanan yang menciptakan nilai bagi pelanggan.
2. Place, cyberspace, and time adalah keputusan manajemen mengenai kapan, dimana, dan bagaimana menyajikan layanan yang baik kepada pelanggan.
3. Promotion and education adalah semua aktivitas komunikasi dan perancangan insentif untuk membangun persepsi pelanggan yang dikehendaki perusahaan atas layanan spesifik yang perusahaan berikan.
4. Price and other user outlays adalah pengeluaran uang, waktu, dan usaha yang pelanggan korbankan dalam membeli dan mengkonsumi produk dan layanan yang perusahaan tawarkan atau sajikan.
5. Process adalah suatu metode pengoperasian atau serangkaian tindakan yang diperlukan untuk menyajikan produk dan layanan yang baik kepada pelanggan
6. Productivity and quality, produktivitas adalah sejauhmana efisiensi masukan-masukan layanan ditransformasikan ke dalam hasil-hasil layanan yang dapat menambah nilai bagi pelanggan, sedangkan kualitas adalah derajat suatu layanan yang dapat memuaskan pelanggan karena dapat memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan.
7. People adalah pelanggan dan karyawan yang terlibat dalam kegiatan memproduksi produk dan layanan (service production).
8. Physical evidence adalah perangkat-perangkat yang diperlukan dalam menyajikan secara nyata kualitas produk dan layanan.
 
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/01/konsep-bauran-pemasaran-marketing-mix.html

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMAKAIAN JASA WARNET DI KOTA JEMBER

Penelitian ini merupakan studi yang menguji tentang pengaruh faktor-faktor perilaku konsumen yang terdiri dari bauran pemasaran product, price, promotion, personal traits place, process, physical evidence, individu konsumen motivasi, persepsi, sikap, pembelajaran, dan pengaruh lingkungan budaya, kelas sosial, kelompok acuan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet di Kota Jember baik secara simultan maupun secara parsial, serta mengetahu variabel prilaku konsumen yang mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan pemakaian jasa warnet. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan baik secara simultan maupun secara parsial antara variabel-variabel bauran pemasaran product, price, personal traits place, process, individu konsumen motivasi, persepsi, dan pengaruh lingkungan budaya, kelompok acuan, terhadap keputusan pemakaian jasa warnet Y di Kota Jember. Variabel dominan dalam penelitian ini adalah Price yang mempengaruhi keputusan pemakaian jasa warnet di Kota Jember. Kata kunci: perilaku konsumen, keputusan pemakaian, jasa warnet.

 http://www.bibsonomy.org/bibtex/244302582e1d2fba5636a1c86dc951c9b/dvanhlast2

Pemasaran Jasa

Walau pun saat ini secara total remang-remang memisahkan mana bisnis barang dan mana bisnis jasa. Jasa adalah berbeda dengan barang. Jasa dalam keberadaannya tidak tampak, produksi dan konsumsi bersamaan waktu, serta kurang memiliki standarisasi. Karakteristik utama jasa tersebut, menyiratkan tidak sepenuhnya pemasaran barang mampu diimplementasikan dalam jasa. Pemasaran jasa mesti menyesuaikan diri dengan selera konsumen, dipengaruhi jumlah pendapatan, tidak ada fungsi penyimpanan, dan kualitas dipengaruhi barang. Yang penting dalam pemaaran jasa tidak lain keandalan, daya tanggap, kepastian, empati, dan berwujud. Karakteristik jasa yang telah dikemukakan mendasari hadirnya tiga komponen tambahan bauran pemasaran. Komponen pertama, people yang melayani atau merencanakan pelayanan terhadap konsumen. Komponen kedua, physical evidence sebagai bukti fisik agar konsumen dapat melihat jasa secara jelas. Komponen yang ketiga, process yang terjadi dari dukungan karyawan dan manajamen. Jadi berbeda dengan bauran pemasaran barang, bauran pemasaran jasa terdiri dari: product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process. Pemasaran jasa memerlukan strategi internal marketing, memikat pelanggan, mengelola bukti fisik, menjaga kualitas jasa. Keberhasilan pemasaran jasa dipengaruhi oleh jumlah pendapatan masyarakat. Semakin maju sebuah negara maka semakin banyak permintaan akan jasa. Hal tersebut, sejalan dengan hierarkhi kebutuhan manusia yang mula-mula dari fisiologis bergerak pada perwujudan diri. Dengan demikian, kota yang hendak berjuluk kota jasa tampaknya layak masyarakat sudah berpendapatan tinggi atau upah minimal regional mengalami peningkatan.

http://id.shvoong.com/business-management/management/1658506-pemasaran-jasa/

Analisa pengaruh physical evidence restoran Toko Oen Malang yang bernuansa kuno terhadap keputusan pembelian konsumen

Physical evidence bukti fisik merupakan salah satu faktor dalam marketing mix yang perlu diperhatikan dalam suatu restoran. Mengingat karakteristik jasa yang tidak berwujud, maka konsumen memerlukan bukti-bukti fisik dalam mengambil keputusan pembelian. Physical evidence restoran dapat berupa: desain interior, menu dan penampilan karyawan. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 80 konsumen di Toko Oen Malang. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa physical evidence yang meliputi: desain interior, menu dan penampilan karyawan secara serempak mempengaruhi keputusan pembelian konsumen di Toko Oen Malang. Akan tetapi secara parsial hanya desain interior dan penampilan karyawan yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, dimana penampilan karyawan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi keputusan pembe lian konsumen di Toko Oen Malang.

http://www.bibsonomy.org/bibtex/2d4a6f8ecefa3577b0ea5e1a0bdd20ef4/puslit

Sabtu, 09 Oktober 2010

Proses Produksi / Pembuatan Kopi



















Secara Umum Proses Produksi dan pembuatan kopi seperti berikut :

Proses Produksi Kopi
1. Sortasi
Setelah melalui proses seleksi, biji kopi akan disortasi lagi menurut bobot dan ukuran. Selama proses ini, terjadi proses pembersihan dari benda asing pada biji kopi hijau sebelum mengalami proses produksi.
2. Penyimpanan
Biji kopi disimpan sesuai dengan keperluan penggorengan berikutnya.
3. Penggorengan
4. Pencampuran
5. Ekstraksi :
Ekstraksi menggunakan pelarut air.
6. Filtrasi ( Penyaringan)
7. Sentrifugasi
8. Evaporasi ( Penguapan) :
Fungsinya adalah untuk mendapatkan kadar ekstrak ideal
9. Pemisahan :
Dipisah sesuai dengan kebutuhan hasil akhir olahan kopi yang dibutuhkan yaitu :
a. Spray Dried
b. Aglomerasi
c. Ekstraksi Biasa
10.
a.1. Spray Drying

Prinsipnya adalah untuk menghilangkan air, dengan cara ekstrak dilewatkan dalam sebuah kolom; temperatur tinggi dalam kolom tersebut akan menguapkan air hingga didapatkan bubuk kopi. Bubuk kopi dikumpulkan pada bagian bawah kolom.
a. 2. Aglomerasi
Bubuk kopi spray dried direbus lagi untuk mendapatkan gumpalan antar partikel bubuk yang lebih besar, fungsinya adalah untuk mendapatkan rasa yang lebih kaya dan aroma yang lebih kuat.
a. 3 Ekstraksi
Kopi hasil ekstraksi awalan tidak mengalami proses lagi, dan langsung dikemas.

Proses Pembuatan Kopi - Ala Nescafe

Kopi tumbuh di 'evergreen trees' yang penanamannya di sekitar wilayah Amerika bagian Selatan dan Tengah, Afrika serta Asia.
Untuk penanamannya, kopi membutuhkan sejumlah sinar matahari yang cukup, penyiraman secara teratur, penyuburan, serta pengendalian hama dan penyiangan. Pohon kopi yang masih muda memerlukan perhatian yang konstan dari para petani.

Penanaman Kopi

Pohon kopi dapat membutuhkan waktu sampai dengan 4 tahun untuk mencapai kematangannya dan berproduksi terus selama 40 tahun jika pohon tersebut terawat dengan baik.

Arabika dan Robusta
Di antara sekitar 60 jenis kopi yang ada, Arabika dan Robusta merupakan dua jenis kopi yang dikembangkan untuk kepentingan komersil dan manufaktur.
Robusta, termasuk jenis klasifikasi tumbuhan Canephora, tumbuh pada ketinggian yang rendah, yaitu sekitar 800 m di bawah permukaan laut (hal tersebut juga dipengaruhi oleh garis lintang). Jenis kopi ini mempunyai karakteristik struktur yang kuat, serta memiliki tingkat keasaman yang rendah. Umumnya, Robusta tumbuh di beberapa Negara seperti Vietnam, Brasil serta Indonesia. Sementara, jenis kopi Arabika tumbuh pada ketinggian yang lebih tinggi, biasanya berada di atas 800 m hingga 2500 m dari permukaan laut. Beberapa jenisnya yang terkenal yaitu Bourbon, Tipica, Caturra, Catuai, Catimor, Mundo Novo, Colombia, dll. Karakteristik dari kopi Arabika ini adalah aromanya yang nikmat, struktur yang tidak besar serta memiliki keasaman yang pas. Brazil, Colombia, Ethiopia, Amerika Tengah, Meksiko, India, serta Afrika Utara merupakan negara-negara yang memproduksi kopi Arabika terbaik. Pada NESCAFÉ, Anda akan menemukan beragam campuran kopi Arabika dan Robusta yang menghasilkan citarasa dan aroma terbaik!

Pemetikan Biji Kopi
Pada saat pohon kopi mulai berproduksi buah, hal tersebut membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan agar buah menjadi matang hingga berwarna merah seperti 'buah ceri'. Kopi tersebut kemudian dipetik dengan tangan. Untuk kualitas kopi yang terbaik, kopi dipetik jika telah matang serta berwarna merah ceri. Kopi yang belum matang dibiarkan matang di dahannya hingga kemudian dapat dipetik. Selama panen, setiap pohon harus dikunjungi untuk beberapa waktu, hal ini merupakan metode yang membutuhkan biaya yang lumayan tinggi. Alternatif lain adalah, para petani memprediksi/menentukan waktu panen, dan kemudian memetik buah yang telah matang maupun yang belum matang dari pohonnya secara serentak. Hal ini dilakukan dengan mendorongkan dahan-dahan tersebut dengan menggunakan tangan sehingga buah-buahan jatuh ke dalam sebuah keranjang atau pada kain terpal yang dibentangkan di bawah pohon. Metode ini lebih efisien, namun menghasilkan kualitas yang lebih rendah secara keseluruhan.

Persiapan/Penyajian Biji Kopi

Sebelum disangrai, biji kopi harus dikeringkan terlebih dahulu. Ada dua cara untuk mempersiapkan biji kopi yaitu dengan metode 'kering' atau dengan metode 'basah'.
Dengan metode kering, biji kopi yang telah dipetik dibentangkan pada tikar khusus dan biarkan untuk terjemur sinar matahari selama dua hingga tiga minggu.
Dengan metode 'basah', mesin 'bubur' digunakan untuk mengambil ampas dari biji kopi tersebut. Hasilnya disebut "kopi perkamen" kemudian difermentasikan dan direndam untuk mengeluarkan ampas yang tersisa.

Pemilihan Biji Kopi
Dalam tahap ini, biji kopi berwarna agak sedikit kehijauan, oleh sebab itu disebut 'biji kopi hijau', yang sebagian besar tidak memiliki bau atau rasa kopi. Sebelum dipak ke dalam kantung dan dikirim ke seluruh dunia, kopi hijau dipilih, disusun berdasarkan tingkatannya dan diperiksa untuk memastikan kualitasnya. Stinkers, blacks, sours dan foxes adalah beberapa kriteria dari biji kopi yang tidak sempurna.

Campuran

Prosedur pencicipan rasa dan pencampuran kopi merupakan bagian yang kompleks. Setiap pembuat kopi menjalankan pencampuran kopinya secara ketat.
Biji kopi pilihan NESCAFÉ berasal dari seluruh dunia- seperti Brazil, Kolombia, Kenya, Costa Rica, dsb. Semua ini bergantung pada keahlian kelompok pencampuaran kopi guna memastikan kualitas serta cita rasa kopi yang mereka produksi bersifat konsisten sepanjang tahun.

Pembakaran Biji Kopi

Sebagaimana yang kita ketahui biji kopi hijau yang dibakar tidak akan menyebabkan hilangnya aroma serta cita rasa pada kopi tersebut.
Bergantung pada peralatan pembakaran dan rasa yang ingin dihasilkan dari kopi yang sedang dibuat, biji kopi hijau biasanya dibakar pada suhu 180°C dan 240°C selama tiga hingga 12 menit.


Penggilingan

Sebelum dimasak, biji kopi yang telah dibakar harus digiling. Penggilingan pada biji kopi dapat meningkatkan luas permukaan kopi, sehingga pada saat pembuatannya, penyerapan rasa pada kopi akan lebih mudah.

Pembuatan kopi agar dapat mudah larut

Kopi yang mudah larut dapat dibuat dengan cara yang sama seperti kopi yang dimasak dan digiling, yaitu biji kopi dicampur, dibakar serta digiling. Tunggu kopi segar yang telah di masak ini menjadi kering, mengeluarkan air dan Anda akan memperoleh kopi yang mudah larut 100%.
NESCAFÉ Decaf memberikan semua cita rasa kopi tanpa adanya kafein. Nikmati seluruh cita rasa serta aroma kopi yang nikmat tanpa kafein setiap saat dan pada setiap cangkir NESCAFÉ decaf Anda.
Dari segi berat, jumlah kafein yang ditemukan secara alami pada kopi hanya sekitar 1% untuk jenis kopi Arabika dan 2% untuk kopi Robusta.
Ketika Anda membaca Bebas Kafein '97% di label kemasan, berarti 97% dari 1% atau 2% tersebut telah dikeluarkan.
Decaf memberikan Anda secangkir kopi terbaik tanpa mengandung kafein.

Dalam cangkir anda

Dengan hanya menambahkan air yang matang, Anda dapat menikmati seluruh cita-rasa dan aroma yang diberikan oleh NESCAFÉ!

http://kopiaslibali.blogspot.com/2009/03/proses-produksi-pembuatan-kopi.html

Proses Produksi Gula

ImageTebu adalah bahan baku utama untuk proses produksi di pabrik gula yang akan menghasilkan produk utama yaitu Gula Kristal Putih (GKP) dan tetes. Disamping itu proses pengolahan tebu ini juga memproduksi ampas tebu, selain itu juga menghasilkan limbah yang bisa dimanfaatkan seperti blotong, abu boiler dan lain-lain.
Parameter yang digunakan untuk menunjukkan mutu gula antara lain : NIlai Remisi Direduksi (NRD), Warna Icumsa (IU), Besar Jenis Butir (BJB), Kadar Air dan Pol pada suhu 20o C. Sedangkan faktor yang menentukan mutu gula adalah kondisi dan mutu tebu yang akan diolah.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi biaya pengolahan tebu, diantaranya adalah :
a. Kapasitas giling yang sesuai dengan design capacity, sehingga jumlah hari giling sesuai dengan rencana.
b. Kehilangan gula selama proses pengolahan baik secara chemis, mekanis maupun kehilangan tak diketahui seperti pada ampas, blotong dan tetes.
c. Biaya penggunaan utilitas seperti uap air, listrik, air dan udara bertekanan harus sesuai kebutuhan
d. Tingkat kerusakan peralatan yang berpengaruh pada biaya pemeliharaan disamping hal tersebut juga berimbas pada proses pembuatan gula pasir
Pabrik gula di lingkungan PT PG Rajawali I menggunakan sistem proses sulfitasi untuk mengolah gula. Secara umum proses produksi di pabrik gula dibagi menjadi :
1. Emplasement
2. Stasiun Ketel (Boiler)
3. Stasiun Listrik / Sentral
4. Stasiun Gilingan
5. Stasiun Pemurnian
6. Stasiun Penguapan
7. Stasiun Masakan
8. Stasiun Puteran
9. Stasiun Penyelesaian dan Pengemasan
10. Unit Pengolah Limbah (UPL)
Masing-masing stasiun atau unit ini mempunyai fungsi dan tugas tersendiri, namun tetap merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan sehingga harus dipahami berbagai aspek operasionalnya, termasuk pengendalian dan pengawasan prosesnya.

http://www.pgrajawali1.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=42&Itemid=1